Sedikit Cerita dari Pengalaman Teman
hmm... telah lama tak mendengar kabarnya ,seingatku terahir setelah puasa 2015
kapan-kapan met up yueee isi bbm temen aku mira,, kapan? jawabku
hmmm gimana kalo minggu ini kita ajak berby juga jawabnya
ooo bisa, tapi sepertinya kita gak perlu dehc ngajak berby kan suaminya gak suka bila berby berteman ma aku ?
maklum kemarin sempat salah paham soal bisnis dan membuat sedikit kita tidak seperti teman baik lagi
haiii kamu gak tau ya ,, kalo berby ma suaminya punya masalah,biasa lah berby merasa cantik dan malu harus hidup dengan laki-laki yang berwajah dan bermateri pas-pas an,hahahaha sambung mira dengan tawa di bbm nya
ooo ya kooo bisa ? tapi saya lihat kemarin sepertinya mereka akur saja, bahkan sempat berlibur ?
ntah lah, jawab mira
okey ntar kamu bbm dia ya buat pastikan apa dia mau ikutan met up atau gak , jawabku
okey,mira menjawab bbm
bbmku dan mira pun berahir
aku sempat terdiam dan berpikir sejenak ,, koo bisa ya berby dan suaminya ada masalah,seingat ku mereka kemarin tampak bahagia
upss saya mengingat sesuatu, saya perna berjanji tak ingin berteman dengan nya lagi kecuali dia bercerai dengan suaminya, aku terdiam menghela nafas panjang, kasihan sekali mereka
aku tak bermaksud menyumpah, aku hanya sakit hati mendengar omongan mereka yang mengungkit masalah makanan, aku seperti gak terima dan sakit hati atas perlakuan mereka.hinggah aku berjanji tidak ingin berteman dengan nya lagi,,, tp waktu menjawab dengan caranya sendiri
aku yang mendengar dia di rundung masalah rumah tangga, mencoba untuk berkomunikasi dengan nya lewat line
hay berby apa kabar ? kabar aku baik, jawabnya, kamu ? ya aku baik
dengar-dengar kamu lagi ada masalah dengan suamimu,tanyaku,, iya sepertinya aku mau bercerai dengan nya, aku suda gak tahan hidup bertahun-tahun dengan tanpa ada perubahan ,jawabnya,, ohc suda kamu pikirkan baik-baik rencanamu ini,apa kamu suda memikirkan anakmu,dan kedepan nya seperti apa kamu menjalaninya, ya suda ku pikirkan baik-baik balasnya, okey kita sambung lagi ya, oo iya mira ngajak met up , kamu mau ikut ??? yups boleh ,tadi dia bbm aku ,katanya minggu, okey sampai ketemu minggu ya
ahirnya tiba hari yang di tunggu, aku ma mira, berby dan 1 teman lagi vivi kami met up di sebuah tempat makan dan juga cafe di kota aku,, banyak cerita yang kami bahas termaksud masalah berby dan suaminya
itulah perbincangan yang paling asik di met up kami ini ,, hehehehe
ya walaupun aku masi sakit hati soal kemarin, tapi jujur aku gak ingin juga temen aku ini rumah tangganya hancur gitu aja, suda 10 tahun bayangin ,cukup lama kan..
gak terasa malam tiba kami berpisah, maklum kami suda pada punya anak, sesuai lah dengan @mamapunyacerita ,kami suda pada jadi ibu,,, hehehehe
esok harinya mereka pada datang kerumah, ntah mungkin mau membahas atau apa aku belum tau, berby mati-matian menyalakan suaminya, mira mati-matian bela suami berby maklum mira dengan suami berby cukup berteman baik ,,, waktu itu hanya jadi pendengar saja,sambil menasehati berby untuk berpikir lebih panjang lagi, mengenai keputusan nya,,
tanpak nya nasehat dan masukan aku dan mira tidak membuat berby merubah pikiran nya ,dia tetap kekeh ingin bercerai
1 minggu 2 minggu 3 minggu hubungan berby dan suaminya makin memanas ,, semua teman -teman berby di ancam,, dan di suruh menjauh dari berby,, karna suaminya berpikir teman nya membawa pengaruh buruk, kecuali aku, karna aku baru saja kembali berteman, satu-satu teman nya menjauh dari berby karna ulah suaminya, berby pun makin benci dengan suaminya, sehinga kelakuan buruknya makin menjadi, makin sering keluar dengan laki-laki sampai tidak pulang ke rumah, suaminya pun makin kesetanan dan gak terima dengan sifat berby yang makin lama makin liar,,,
laki-laki, minuman,dunia malam suda tak asing lagi baginya,, aku sebagai teman hanya bisa mengingatkan saja namun tak bisa mengaturnya,,,
dari minggu ke minggu keadaan makin buruk suami berby makin menggila ,kali ini mereka lebih sering saling menyakiti dalam bentuk fisik, berby pun datang ke rumah,dan meminta tolong serta perlindungan, ya saya sebagai teman ya gak tega lah apa lagi liat tangan dan kaki nya ada bekas memar, kring..kring...kring... suara telpon berbunyi, aku angkat hallo, hallo terdengar suara laki-laki, ya ini siapa jawabku, ini deden ,, ups suami berby menelpon, ada apa ? jawabku, kamu ya ta, ya aku, ada apa ?? ada berby di sana ,,, hmmm aku diem bingung mesti jawab apa, berby meminta tolong untuk tidak memberitau bahwa dia berada di rumahku,, ohc maaf gak ada den , mank ada apa ??? gak ,jawabnya kirain ada di rumah kamu, ,, ohc iya ta aku minta maaf ya soal kemarin, iya gak papa jawabku, sepertinya dia jadi gak enak ma aku,, di telpon dia berkata seperti ini,kamu kooo mau nerima berby ke rumah kamu, berby kn datang pada saat susah aja, ya aku cuma menjawab saya gak mungkin mengusirnya, singkat cerita telpon di tutup, berby makin mencaci maki, dan deden makin emsi, berby makin liar, dan deden pun makin berusaha keras untuk memperbaiki rumah tangga, dan aku tetap santai sambil menilai siapa yang harus saya tolong, bagaimana cara menyelesaikan masalah ini,,, aku trus berpikir mencari jalan keluar untuk masalah mereka , sampai ahirnya aku mendapat ide, untuk membuka kasus mereka ini di pengadilan agama, dengan niat semoga mereka bisa berdamai di sana,
sampailah di pengadilan agama , kita konsultasi dan menanyakan apa saja persyaratan nya, ooo tuhan tak ada 1 syarat pun yang bisa di penuhi berby, karna semua dokumen di bawa oleh deden, dan deden tak ingin memberikan nya,tapi itu tak jadi masalah besar buatku, maklum aku orang yang cukup cerdas dan paham masalah dokumen, aku minta berby pergi ke sekolah anaknya untuk meminta salinan dokumen dan dia dapatkan, upss mereka minta foto,hal mustahil kn kita mengajak deden untuk foto bersama wkwkwkw,otak ku mulai berpikir , tokk aku dapat ide, aku buka fb deden dan aku ambil foto yang bisa di edit menjadi pas foto,kita mengeditnya dan tadaaaaa berhasil persyaratan suda lengkap dan kita lanjut menyerahkan ke pengadilan agama,,
semuanya kelar dan hati berby senang ya aku ikut senang pekerjaan ku beres, pekerjaan membantu orang, aku nemanin dia seharian penuh meninggalkan pekerjaan ku di rumah, tp gak papa namanya bantu teman kan, aku sie gak di bayar cuma ya dia traktir aku makan ,
kalo gak di traktir makan kan terlalu , aku loh nemanin dari pagi sampai lewat siang hahaha
sidang pertama , santai di ruang tunggu karna berpikir deden gak datang, tik tik tik waktunya berby masuk ruang sidang, duarrr spot jantung deden tiba- muncul wkwkwkwk, bisa bayangin donk gimana wajah berby
sidang pertama di tunda smp sidang ke 2
katanya di sidang ke 2 itu deden tidak bisa hadir
baguslah sepertinye kerjaan ku hampir beres, minggu ke 2 aku tiba-tiba sakit , ya Allah sepertinya aku gak bisa nemenin berby sidang, dia telpon gak aku angkat, dia sms,line,whats up, tak ada yang aku balas, mungkin dia di sana suda emosi, ku pikir dia bisa minta tolong yang lain saja, toh cuma sidang,ahirnya tanpa sengaja saya buat status di path dia masuk dan bilang tolong dong line di jawab, hahaha saya bilang ada apa , dia menjawab temenin donk besok, kamu loh gak balas chatku, aku sie coba ngerti gak minta temenin kamu, okey dehc kasian liatnya aku temenin padahal lagi gak enak badan nie, esok pun tiba aku pergi nemenin dia sidang, lagi lagi aku ninggalin pekerjaan ku, maklum aku punya usaha rumahan yang mesti di tungguin,sidang ke 2 ini menjadi sidang terahir rupanya, masuklah dia ke ruang sidang, hakim meminta saksi, jujur aku dan vivi berat menjadi saksi , lantaran kasian dengan deden, tp berby trus meminta tolong, ya suda kamu ahirnya jd saksi, dan pada hari itu dia resmi jadi janda, sebenarnya ini yang terbaik buat deden dan anak nya, bila deden trus berusaha mempertahankan dia hanya akan membuang waktunya saja dan paling buruk pekerjaan nya akan terbengkalai, perceraian ini menurutku baik untuk deden tapi aku tidak menjamin baik untuk berby,waktu berjalan gak terasa 3 bulan lebih , berby trus dengan dunianya, sampai ahirnya bertemu orang baik dan mapan, di sini lah judul @temanfake itu berasal, hidupnya tiba-tiba berubah setelah bertemu laki-laki itu, yang awalnya dia mesti jalan dengan banyak laki-laki demi uang,alhamdulillah kita senang lah liat temen kita udah ketemu dengan orang yang dia inginkan, sebagai teman ku nasehati lah dia, untuk baik-baik saja di rumah dan menuruti keinginan pacarnya itu,sebelum mendapatkan yang lebih baik lagi, lumayan pacarnya berjanji bila dia berkelakuan baik akan trus memberi uang, tp ya manusia ada kurang lebihnya laki-laki itu punya istri dan punya simpanan juga selain berby, berby marah padahal awalnya pacarnya suda berkata bila denganku jangan cemburu, tp kan berby tidak serius hanya ingin uang nya, tp maklum temenku ini tak ingin kalah, dia ingin selalu menang,waktu itu dia sakit hati dengan pacarnya sampai dia pergi jalan dengan mantan nya padahal itu suda resikonya,, aku coba menasehati dia agar sabar, lagian tak usah main hati karna niat nya hanya ingin uang, tp lagi=lagi sifat gak mau kalahnya keluar, ahirnya aku temenin dia ke tempat orang pintar di kasihlah dia obat,dan mulai baik lagi ma pacarnya, sampai waktu itu pacarnya mengajak dia untuk ke jakarta, aku sempat bilang pergi lah, dan dia pergi saya bilang kamu mau di antar gak ,katanya gak usah, aku menawarkan ini karna takut kalo dia setir sendiri karna dari kotaku ke bandara cukup jauh 2jam lebih perjalanan, aku bilang kalo gak kamu naik taxi aja, saranku, tp ternyata saran ku ini dianggap dia hanya ingin membuang duitnya dia berpikir akan kasih kita makan beli bensin dan mungkin dia takut mobilnya kami pakai, ya Allah padahal gak gitu, tp mank temenku ini terkenal pelit dan pembangkit atau pengungkit, marahlah lah aku di tambah lagi mira menyampaikan bahwa dia dia gak penting berteman denganku, tak merasa utang budi, dan berkata waktu saya bantu dia, dia memberiku makan,, ya Allah segitu aja rupanya temenku tak tau terima kasih, karna suda di atas angin merasa paling benar dan paling hebat, aku hanya bisa marah sejenak dan berusaha sabar, biar waktu yang menjawab,,, sekian dulu ya terima kasih bye bye

No comments:
Post a Comment